Money Coaching

Money Coaching

Sebagai arsitek, dalam menjalankan profesi saya yang penuh dengan tantangan dan cobaan, saya, mungkin seperti kita semua mengalami masa-masa yang cukup berat. Walau kita berusaha untuk menutupinya dan berkata bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari pekerjaan sehari-hari, tidak terasa usaha tersebut membuat kita menjadi orang yang frustrasi, pemarah, tidak sabar, tidak percaya, kehilangan percaya diri atau bahkan khawatir akan masa depan kita.

Saya tidak merasa ada yang berubah dari diri saya, dan merasa saya ‘oke-oke’ saja. Tetapi ternyata banyak masukan dari teman dan juga anggota keluarga saya, melihat perubahan kurang baik didiri saya. Atas saran dari Istri saya, saya mengikuti program coaching EHI.

Awalnya dengan kesan skeptik atau meragukan apa yang akan ditawarkan, tetapi, sebagai suami saya harus mempercayakan apa yang istri saya sarankan dan berkat upaya saya tidak ‘judgemental’ atau dengan tulus mengikuti saran yang diterapkan oleh coaching EHI, saya justru menemukan hal-hal kecil dan juga besar yang selama ini tidak saya pikirkan, atau tidak secara sadar saya mencoba untuk menutupinya. Dengan bantuan teman-teman dan support dari team EHI, saat ini, walau masih dalam proses, beban yang saya hadapi menjadi lebih ringan, membuka rasa yang terpendam dan dibantu untuk mengatasi problem saya bersama.

Dan yang paling menarik, ikut aktif membantu teman-teman EHI yang justru secara tidak langsung membantu pengembangan diri sendiri. Bila ada yang boleh saya sesali adalah, harusnya saya mengikuti program ini bertahun-tahun sebelumnya, dan oleh karenanya kami sekeluarga, termasuk putra-putri kami, ikut dalam program ini. Yang justru memperkokoh keeratan kami sekeluarga, dan komunikasi serta empati bagi kami semua.

Raul Renanda – Arsitek/interior dari proyek kantor Kaskus Networks, Rollingstone Cafe. Penulis tetap di harian Media Indonesia dan ex-presenter acara ‘Dulux Inspire’ di Metro TV

Metode Money Coaching mengajarkan untuk tidak takut bermimpi, karena everything is possible, kuncinya percaya sama doa dan sangka baik sama Allah. Dan dalam mengikuti metode Money Coaching, Irma Rahayu selalu coach membimbing kita untuk menemukan passion kita dan menempatkan on the right track with passion itulah dream come true.
~ Mazwita Idrus

Ikut Money Coaching bersama teh Irma tidak seperti business/money coaching yang lain, yang fokus dan melulu soal bisnis/keuangan. Teh Irma mencoba menggali basic emotion, passion dan juga karakter dari setiap peserta bahkan hampir semua sisi-sisi kehidupan peserta.

Memiliki coach seperti teh Irma, seperti memiliki guru, kakak, ibu dan satpam. Kadang lembut dan tentunya penyayang seperti seorang ibu. Membimbing seperti seorang guru, menemani dan menjaga seperti seorang kakak. Dan entah kalimat apa yang lebih tepat selain Teh Irma itu seperti seorang satpam yang tegas dan punya CCTV, yang bisa tau dan merasakan apa yang dialami coachee-nya.. :D

Seringkali saya mendiskusikan alias curcol hal-hal diluar bisnis dan keuangan, terutama masalah relationship atawa cinta.. soal jodoh lah lebih tepatnya :)

Walaupun saya tau bahwa jodoh itu sudah diatur olehNya, nyatanya lebay, ilusi dan ketakutan sering menghantui. Apalagi kalau kita punya kasus “mengejar cowo duluan” nyaris saja gengsi, keyakinan dan langkah ingin terhenti ketika ditolak. Dan teh Irma Alhamdulillah selalu support serta ngingetin dikalah ke”error”an itu datang. Hingga akhirnya apa yang diharapkan datang juga ;)

Kehadiran seorang coach seperti teh Irma banyak membantu saya dalam merubah karakter, menghadapi kegalauan dan masalah, menemukan arti diri, bahkan membangun visi dan mimpi.

Aaah, kalau tidak ada teh Irma, ceritaku pasti akan berbeda.
Alhamdulillah, Thanks teh Irma, thanks to Money Coaching
~ Ratih Eka


Saya ikut Money Coaching sich awalnya cuman baca judulnya Money Coaching di otak artinya bimbingan tentang uang bener enga? Ternyata enga tuh mau join aja di interview dulu, diambil sumpahnya, tugasnya beyond imagination (beberes kamar, belajar menghayal, pokoknya di luar imaginasi coaching tentang keuangan). Tapi walau terlihat rada nyeleneh tugas-tugas (yang enga boleh dipertanyakan hanya untuk di kerjakan) memang memberitahukan/membantu kita bangkit dari keterpurukan keuangan yang ternyata teteup di dalamnya ujung-ujunganya emosi yang enga stabil.

Nah hasil 6 bulan ikut Money Coaching (yang katanya mahal githu), Gw bisa lunasin tuh fee Money Coaching, gw tambah percaya diri, gw dapet kerjaan baru as a manager dengan gaji gede tanpa harus stress and kehilangan waktu bersosialisasi, dapet project pendanaan buat cafe impian gua dan yang paling heboh gw dapet JODOH :) bonus ikutan Money Coaching tuh.
~Dian Kusuma

phone sms wa